karena berbagi tak pernah rugi

Selasa, 11 Maret 2014

Potret Guru di Masyarakat


              Suatu hari ada temen saya dari jawa timur sebut saja wika menelpon ke hp saya, setelah percakapan panjang lebar dia pun bertanya tentang kuliah saya.
              “kamu kuliah di bandung ya?’’
              “iya , emang kenapa?
              Kemudian ia bertanya;”di ITB atau UNPAD ?”
              “gak kok saya di UPI”
              “pendidikan dong, wah sayang banget , cowok kok ambil pendidikan sih....”kata dia
              “iya , memang saya pengen jadi guru kok, mang gak boleh ya, kalau laki-laki jadi guru”
  “boleh-boleh aja sih, tapi kan laki-laki itu bakal jadi kepala keluarga, kan kita tau sendiri gaji guru itu gak seberapa’’
-_-
                 Padahal temen saya di atas adalah seorang mahasiswi pendidikan juga di UNESA surabaya, yang tahu betul tentang seluk beluk pendidikan di negri ini, artinya masih banyak kalangan di masyarakat kita yang beranggapan bahwa manjadi seorang guru di jaman sekarang ini apalagi bagi seorang laki-laki tidak bisa menjadi jaminan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Meskipun pemerintah telah mengadakan sertifikasi dan tunjangan bagi para guru, namun tak dapat dipungkiri bahwa menjadi guru bukanlah profesi yang menjanjikan.

Saya yakini janji Allah dalam QS. Muhammad [47]: 7 

”Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolong dan meneguhkan kedudukanmu.”  Ada satu kisah menarik bagi saya tentang kepribadian seorang guru sederhana, kisah ini saya baca di sebuah buku tentang pendidikan yang berjudul “mindset pembelajaran”
Pak aman guru menyejukkan
               Pak aman adalah seorang guru SD di malang. Sudah 29 tahun ia menjadi guru. Penampilannya rapi, pakaiannya licin, dan rambutnya selalu tersisir rapi.
           “kenapa bapak tidak kelihatan capek, padahal kan bapak mengajar seharian?”
         “alhamdulilah dik, sudah hampir 30 tahun saya mengajar, saya mengajar sejak usia 19 tahun.         Saya selalu merasa senang jadi tidak pernah ngerasain capek. Kalau sore saya sempatkan                ngajar ngaji dan ngeles anak-anak yang ingin mendapat pelajaran tambahan.”
        “anak bapak kan lima, apakah cukup pendapatan bapak ini untuk masa depan mereka? Apa             bapak tidak pengen nyari pekerjaan tambahan?”
        “ saya tidak punya keahlian apa-apa selain mengajar, lagian menurut saya tidaklah pantas guru      itu punya pekerjaan yang tidak sesuai dengan profesinya, tapi mungkin bagi guru lain mungkin            berbeda , ya silahkan saja.”
       “lantas bagaimana dengan pendidikan anak-anak bapak?”

      “alhamdulilah tiga anak saya sudah sarjana, yang dua sekarang sudah diploma. Saya pasrahkan       saja pada Allah. Karena Dia-lah yang juga memberikan amanah kepada saya untuk menjadi guru, pasti Dia juga menjamin masa depan anak-anak saya”
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

my life is my advanture

my life is my advanture

" Quote of the Day"

Sembahlah Dia, seolah-olah engkau melihat-Nya.
Meskipun engkau tak melihat-Nya, sungguh Dia melihatmu

Pages - Menu

Blogger templates