karena berbagi tak pernah rugi

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 30 November 2015

Tugas Edit Photo Multimedia Pendidikan Matematika

 Tugas  .....





Share:

Tugas PPT Multimedia Pendidikan Matematika

PPT ini berisi tentang materi jarak dalam ruang.









 PPT ini dapat anda download di link berikut:


Share:

Rabu, 29 April 2015

RESUME KELOMPOK 8

KONSEP DASAR DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR
DAN PENGAJARAN REMEDIAL

A.       Konsep Dasar Diagnostik Kesulitan Belajar
1.      Definisi Diagnostik Kesulitan Belajar
a)    Diagnostik
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diagnosis /di·ag·no·sis/  adalah penentuan jenis penyakit dengan cara meneliti (memeriksa) gejala-gejalanya.
Menurut Harriman dalam bukunya Handbook of Psychological Term, diagnostik adalah suatu analisis terhadap kelainan atau salah penyesuaian dari pola gejala-gejalanya. Jadi diagnostik merupakan proses pemeriksaan terhadap hal-hal yang dipandang tidak beres atau bermasalah.
Maka dapat disimpulkan bahwa diagnosik adalah penentuan jenis masalah atau kelainan dengan meneliti latar belakang penyebabnya atau dengan cara menganalisis gejala-gejala yang tampak.
Share:

Selasa, 28 April 2015

perkuliahan 1


HANDS –OUT PERKULIAHAN
BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
MATEMATIKA
(MAT 500  - 2 SKS - SEM 3  )

  
PERKULIAHAN   I
Kompetensi Guru Matematika






Disusun oleh
Drs. H. Erman Suherman, M.Pd
130605179


  
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
FPMIPA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2008

Share:

Pelajaran dari novel A History of The World in 10,5 Chapter



Meskipun novel karya Julian Barnes ini merusak pemahaman kita tentang sebuah sejarah yang telah kita peroleh sebelum membaca buku ini dan cenderung menyesatkan, namun dalam novel juga terdapat beberapa pelajaran hidup. Tulisan ini akan memaparkan beberapa pelajaran yang bisa diambil dari novel tersebut.
Share:

Pelajaran dari novel A History of The World in 10,5 Chapter



Meskipun novel karya Julian Barnes ini merusak pemahaman kita tentang sebuah sejarah yang telah kita peroleh sebelum membaca buku ini dan cenderung menyesatkan, namun dalam novel juga terdapat beberapa pelajaran hidup. Tulisan ini akan memaparkan beberapa pelajaran yang bisa diambil dari novel tersebut.
Share:

Catatan dari Novel A History of The World in 10,5 Chapter


            Novel ini merupakan novel paling “bejat” yang pernah saya baca, setidaknya saya pernah membaca beberapa novel lain sebelumnya, dan berita bagusnya bahkan saya membaca novel ini sampai akhir, bahkan sampai catatan dari penulisnya untuk memastikan betapa “bejat” novel yang saya baca ini.
Share:

Resensi Buku Sejarah Dunia dalam 10,5 Bab

RESUME NOVEL

Profil Novel
Judul Asli                   : A History of The World in 10,5 Chapter
Penulis                        : Julian Barnes
Tahun terbit                : 1989 M
Penerjemah                 : Arif Bagus Prasetyo
Judul Terjemahan       : Sejarah Dunia dalam 10,5 Bab
Tahun Terbit               : 2009
Penerbit                      : PT. Gramedia
Share:

Jumat, 24 April 2015

HANDS –OUT PERKULIAHAN BELAJAR DAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA

HANDS –OUT PERKULIAHAN
BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
MATEMATIKA
(MAT 500  - 2 SKS - SEM 3  )





BAHAN BELAJAR MAHASISWA
Disusun untuk memfasilitasi mahasiswa
dalam menempuh perkuliahan BPM









Disusun oleh
Drs. H. Erman Suherman, M.Pd
194808041977021001



  

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
FPMIPA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2011
Share:

HANDS –OUT PERKULIAHAN


BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
MATEMATIKA
(MAT 500  - 2 SKS - SEM 3  )





BAHAN BELAJAR MAHASISWA
Disusun untuk memfasilitasi mahasiswa
dalam menempuh perkuliahan BPM
















Disusun oleh
Drs. H. Erman Suherman, M.Pd
194808041977021001








JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
FPMIPA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2011

KATA PENGANTAR



Puji dan syukur dipanjatkan ke hadirat Illahi Robbi yang telah melimpahkan rahmat dan kurnia-Nya, sehingga penulisan hands-out ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Maksud disusunnya hands-out ini adalah agar perkuliahan dapat dilaksanakan secara lebih sistematik dan terarah serta mahasiswa  menjadi lebih fokus pada pemaknaan dan pengembangan materi kuliah daripada disibukkan dengan menbuat catatan.  Dengan demikian paradigma perkuliahan diubah dari mahasiswa sebagai penonton dan dosen pemain, menjadi mahasiswa sebagai pemain dan dosen menjadi sutradara. Mahasiswa dibiasakan untuk belajar mengkonstruksi pengetahuan dan mengembangkannya melalui aktivitas bertanya, bernalar, berkreasi, koneksi, identifikasi, eksplorasi, inkuiri, generalisasi, komunikasi, dan presentasi.
Hands-out ini merupakan sajian ringkas dari materi perkuliahan, berupa narasi atau peta konsep, dengan maksud agar dalam perkuliahan mahasiswa dapat mengembangkannya melalui partisipasi aktif dengan bimbingan dan pengarahan dari dosen. Sajian hands-out terbagi menjadi 14 kali perkuliahan tatap muka @ 100 menit, di luar UTS dan UAS. Pokok-pokok materi dalam perkuliahan ini adalah Kompetensi Guru Matematika, Kompetensi Matematika, Hakikat Pembelajaran Matematika, Kecerdasan,  Psikologi Pembelajaran Matematika, Strategi Pembelajaran Matematika, Model Belajar dan Pembelajaran Matematika, Ketrampilan Dasar Mengajar, Pembelajaran Diagnostik dan Remedial, dan Pengelolaan Kelas.
Penulis telah berusaha makasimal dalam menyusun hnds-out ini, namun demikian masih saja dirasakan banyak kekurangan. Oleh karena itu tegur sama dari para pembaca dan pengguna yang sifatnya konstruktif akan diterima dengan hati terbuka demi peningkatan kualitas diri dan mahasiswa. Akhirul kalam, semoga hands-out ini bermanfaat bagi kita semua.

Bandung,  Juni 2011
Penulis




DAFTAR  ISI


Hands-out                                                                                                     

PERKULIAHAN     I  :  Kompetensi Guru Matematika

PERKULIAHAN    II  :  Kompetensi Matematika   

PERKULIAHAN   III  :  Hakikat Pembelajaran Matematika  

PERKULIAHAN   IV  :  Kecerdasan

PERKULIAHAN    V  :   Psikologi Pembelajaran Matematika  

PERKULIAHAN   VI  :   Psikologi Pembelajaran matematika  
                  (Lanjutan)
PERKULIAHAN  VII  :   Strategi Pembelajaran Matematika  

PERKULIAHAN VIII  :   Strategi Pembelajaran Matematika 
                                           (Lanjutan)
PERKULIAHAN  IX   :    Model Belajar dan Pembelajaran Matematika   

PERKULIAHAN  X    :    Model Belajar dan Pembelajaran Matematika  
                                          (Lanjutan)
PERKULIAHAN  XI   :   Ketrampilan Dasar Mengajar  

PERKULIAHAN  XII  :   Pembelajaran Diagnostik dan Remidial  

PERKULIAHAN XIII  :   Pengelolaan Kelas 

PERKULIAHAN XIV  :   Refleksi dan Responsi   


_____________











Share:

BELAJAR DAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA 1

HANDS –OUT PERKULIAHAN
BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
MATEMATIKA
(MT 500  - 2 SKS - SEM 3  )





BAHAN BELAJAR MAHASISWA
Disusun untuk memfasilitasi mahasiswa
dalam menempuh perkuliahan BPM






Disusun oleh
Drs. H. Erman Suherman, M.Pd
130605179

  


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
FPMIPA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2008

Share:

Metodologi Pembelajaran Matematika Terhadap Tipe Belajar Peserta Didik Di Tingkat Sekolah Dasar

ABSTRAK
Metodologi Pembelajaran Matematika Terhadap Tipe Belajar Peserta Didik Di Tingkat Sekolah Dasar

Metodologi pembelajaran merupakan metode-metode atau cara-cara yang digunakan para guru dalam menyampaikan suatu pelajaran. Metode yang digunakan oleh para guru tersebut beragam jenisnya, mulai dari metode ceramah, ekspositori, penemuan, dan lain sebagainya. Metode-metode tersebut sangat berpengaruh terhadap tipe belajar peserta didik. Setiap metode menghasilkan atau menanamkan salah satu tipe belajar kepada peserta didik.
Metodologi pembelajaran dari setiap bidang studi haruslah berbeda dan juga harus disesuaikan dengan bidang studi itu sendiri. Salah satu dari semua bidang studi itu adalah matematika. Matematika memiliki karakteristik sebagai suatu bidang studi yang objeknya bersifat abstrak, dan inilah yang menjadi penyebab diperlukannya metodologi pembelajaran yang dapat mengatasi karakteristik matematika tersebut.
Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk melakukan observasi ke salah satu sekolah dasar yang ada di kota Bandung untuk mengetahui metode belajar seperti apa yang tepat digunakan dalam penyampaian matematika kepada peserta didik. Sehingga dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut: 1.) Berapa persentase dari setiap tipe belajar peserta didik di tingkat SD? 2.) Apa saja kesulitan peserta didik SD dalam bidang matematika? 3.) Bagaimana metodologi yang baik dalam pembelajaran matematika yang dikaitkan dengan tipe belajar peserta didik di tingkat SD?
          Tujuan penelitian ini yaitu: 1.) Mengetahui persentase dari setiap tipe belajar peserta didik di tingkat SD. 2.) Mengetahui kesulitan peserta didik di tingkat SD dalam bidang matematika. 3.) Mengetahui metodologi yang baik dalam pembelajaran matematika yang dikaitkan dengan tipe belajar peserta didik di tingkat SD.
Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dan metode deskriptif kualitatif.
          Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan siswa sekolah dasar memiliki tipe belajar visual dan audiotorial, serta sedikit yang memiliki tipe belajar kinestetik. Hal ini sesuai dengan persentase yang peneliti peroleh yaitu: 51% siswa memiliki tipe belajar visual, 18% siswa memiliki tipe belajar audiotorial, 2% siswa memiliki tipe belajar kinestetik, 16% siswa memiliki tipe belajar audio visual, 7% siswa memiliki tipe belajar visual kines, dan 6% siswa memiliki tipe belajar audio kines. Berdasarkan pengamatan, hal ini dikarenakan kebanyakan guru dalam proses pembelajaran hanya menggunakan metode yang membuat peserta didik memiliki kecenderungan tipe belajar visual dan audiotorial, sehingga peserta didik yang memiliki tipe belajar kinestetik kurang terpenuhi kebutuhan belajarnya ketika di dalam kelas. Kemudian hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SD lebih menyukai pembelajaran yang dilakukan dengan cara implementasi langsung dalam kehidupan sehari-hari.

          Selain itu, terdapat beberapa kesulitan yang dihadapi siswa-siswa SD dalam mempelajari matematika, kesulitan tersebut adalah dalam materi tentang geometri seperti bangun datar, lingkaran, dan bangun ruang, hal ini juga terlihat dari kesulitan siswa SD dalam memahami bentuk soal Matematika yang berupa gambar. Kesulitan lain yang dihadapi siswa SD adalah ketika menemukan inti pertanyaan atau permasalahan dalam suatu soal yang dipaparkan dalam bentuk soal cerita, juga kesulitan dalam menghafal rumus, memahami konsep baik dalam operasi hitung dan juga geometri dalam pelajaran Matematika.
          Oleh karena itu, peneliti memberikan referensi metodologi pembelajaran matematika yang sesuai dengan tipe-tipe belajar peserta didik. Metode yang baik dalam mengajarkan Matematika di tingkat SD adalah dengan menggunakan metode Diksi, yaitu metode pembelajaran yang menggabungkan beberapa metode pembelajaran yaitu metode diskusi, metode kerja kelompok, dan metode simulasi yang kemudian melakukan implementasi terhadap kehidupan sehari-hari. Adapun dari beberapa referensi yang telah dipaparkan sebelumnya pada kajian pustaka maka metode yang tepat jika disesuaikan dengan tipe belajar peserta didik adalah metode simulasi dan metode demonstrasi.
Penelitian metodologi pembelajaran matematika terhadap tipe belajar peserta didik ini diharapkan dapat memberikan referensi kepada para pendidik mengenai metodologi pembelajaran matematika yang disesuaikan dengan tipe belajar peserta didik.





KATA PENGANTAR

Puji dan syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan tugas karya tulis ilmiah ini.
                Karya tulis ilmiah ini berisi tentang metodologi pembelajaran yang bersesuaian dengan tipe belajar siswa sekolah dasar agar pembelajaran menjadi lebih efektif dan mengoptimalkan bakat siswa untuk bisa bermanfaat bagi kehidupannya dan masyarakatnya.
Semoga karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat bagi pendidikan di Indonesia agar lebih baik lagi. Dan memberikan kontribusi kepada pembaca terutama mahasiswa Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) sebagai literatur atau referensi tambahan. Tentunya karya tulis ilmiah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu peneliti meminta kepada dosen pembimbing dan pembaca untuk memberikan masukan demi perbaikan karya tulis ilmiah ini selanjutnya.

                                                                                    Bandung, Mei 2012

                                                                                             Peneliti




UCAPAN TERIMA KASIH

Peneliti sadar bahwa dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini, tidak lepas dari bantuan semua pihak. Oleh karena itu, peneliti mengucapkan terimakasih kepada:
1.    Bapak Drs. Turmudi, M.Ed. M.Sc. Ph.D., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Matematika UPI.
2.    Ibu Dewi Rani Gustiasari, S.S. M.Hum., selaku dosen mata kuliah Pendidikan Bahasa Indonesia, karena atas bantuan dan bimbingan beliau, peneliti dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini.
3.    Ibu Hj. Resmiati Bachrum, S.Pd., selaku Kepala SDN Geger Kalong Girang 1.
4.    Pihak lain yang telah mendukung peneliti untuk menyelesaikan karya tulis ilmiah ini.


Bandung, Mei 2012


                                                                                                           Peneliti


DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN.............................................................................
ABSTRAK........................................................................................................   i
KATA PENGANTAR.....................................................................................   iii
UCAPAN TERIMA KASIH...........................................................................   iv
DAFTAR ISI.....................................................................................................   v
BAB I   PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang...............................................................................   1
1.2    Masalah Penelitian.........................................................................   3
1.2.1  Identifikasi Masalah.............................................................   3
1.2.2  Batasan Masalah...................................................................   3
1.2.3  Rumusan Masalah................................................................   4
1.3 Tujuan Penelitian...........................................................................   4
1.4  Manfaat Penelitian.........................................................................   5
1.5  Definisi Operasional......................................................................   6
BAB II  KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN
              HIPOTESA
2.1  Kajian Pustaka...............................................................................   7
       2.1.1  Pengertian Tipe Belajar Peserta Didik..................................   7
       2.1.2  Pengertian dan Macam-Macam Metode Belajar..................   11
2.2  Kerangka Pemikiran.......................................................................   28
2.3  Hipotesis Penelitian.......................................................................   33

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
              3.1  Metodologi Penelitian....................................................................   34
              3.2  Teknik Pengumpulan Data dan Pengolahan Data.........................   34
                     3.2.1  Teknik Pengumpulan Data...................................................   34
                     3.2.2  Teknik Pengolahan Data......................................................   35
              3.3  Sumber Data Penelitian.................................................................   36
                     3.3.1 Sumber Data.........................................................................   36
              3.4  Instrumen Penelitian......................................................................   37
                     3.4.1  Bentuk Angket.....................................................................   37
                     3.4.2  Format Angket.....................................................................   38
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
              4.1  Deskripsi Data...............................................................................   41
                     4.1.1  Sumber Data Penelitian........................................................   41
                               4.1.1.1   Sumber Data Siswa Kelas 1...................................   41
                               4.1.1.2   Sumber Data Siswa Kelas 2...................................   43
                               4.1.1.3   Sumber Data Siswa Kelas 3...................................   44
                               4.1.1.4   Sumber Data Siswa Kelas 4...................................   45
                               4.1.1.5   Sumber Data Siswa Kelas 5...................................   47
                               4.1.1.6   Sumber Data Siswa Kelas 6...................................   48
              4.2  Analisis Data..................................................................................   49
                     4.2.1  Analisis Data Siswa Kelas 1.................................................   49
                     4.2.2  Analisis Data Siswa Kelas 2.................................................   50
                     4.2.3  Analisis Data Siswa Kelas 3.................................................   51
                     4.2.4  Analisis Data Siswa Kelas 4.................................................   51
                     4.2.5  Analisis Data Siswa Kelas 5.................................................   52
                     4.2.6  Analisis Data Siswa Kelas 6.................................................   53
              4.3  Rekapitulasi Data...........................................................................   54
              4.4  Analisa Unsur Data Angket...........................................................   61
                     4.4.1  Tipe Belajar Peserta Didik....................................................   61
                     4.4.2  Bentuk Soal yang Disukai Siswa SD...................................   63
                     4.4.3  Permainan yang Disukai Siswa SD......................................   64
                     4.4.4  Penggunaan Matematika Dalam Kehidupan Sehari-Hari
                               Oleh Siswa SD.....................................................................   65
                     4.4.5  Kesulitan Siswa SD Dalam Bidang Matematika.................   66
              4.5 Pembahasan …………………………………………...................   68
BAB V  KESIMPULAN DAN SARAN
              5.1  Kesimpulan....................................................................................   79
              5.2  Saran..............................................................................................   80
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………… 81
LAMPIRAN...................................................................................................... 

LEMBAR PENGESAHAN


Dean Refangga Setiadi                       1100077
Dina Putri Setyowati                          1102036
Ikrimah Syahidatunnisa                      1104690
Muhammad Agung Prayogo               1106350
Yunita Herdiana                                 1106456



METODOLOGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP TIPE BELAJAR PESERTA DIDIK DI TINGKAT SEKOLAH DASAR



Mengetahui/ menyetujui,
Dosen Mata Kuliah Bahasa Indonesia


Dewi Rani Gustiasari, S.S., M.Hum.




ANALISIS DATA TIPE BELAJAR VISUAL

Uji Normalitas


H0 : Tabel berdistribusi normal

H1 : Tabel tidak berdistribusi normal


NPar Tests


One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Tipe Belajar Visual

N
6

Normal Parametersa,b
Mean
18,333

Std. Deviation
5,955

Most Extreme Differences
Absolute
0,152

Positive
0,152

Negative
-0,121

Kolmogorov-Smirnov Z
0,373

Asymp. Sig. (2-tailed)
0,999

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.


Diperoleh nilai signifikansi 0,999 dimana nilai ini lebih dari 0.05, maka H0 diterima yaitu Tipe Belajar Visual berdistribusi normal










Uji Rata-Rata Populasi


T-Test


H0 : Rata-rata sebenarnya adalah 18

H1 : Rata-rata sebenarnya bukan 18












One-Sample Statistics


N
Mean
Std. Deviation
Std. Error Mean

Tipe Belajar Visual
6
18,33
5,955
2,431




One-Sample Test


Test Value = 18

t
df
Sig. (2-tailed)
Mean Difference
95% Confidence Interval of the Difference

Lower
Upper

Tipe Belajar Visual
0,137
5
0,896
0,333
-5,92
6,58


Diperoleh nilai signifikansi 0,896 dimana nilai ini lebih besar dari 0.05, maka H0 diterima yaitu rata-rata jumlah siswa dengan tipe belajar visual didalam kelasnya adalah 18 siswa














ANALISIS DATA TIPE BELAJAR AUDIOTORIAL



Uji Normalitas




H0 : Tabel berdistribusi normal


H1 : Tabel tidak berdistribusi normal




NPar Tests




One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test



Tipe Belajar Audiotorial


N
6


Normal Parametersa,b
Mean
6,333


Std. Deviation
2,251


Most Extreme Differences
Absolute
0,226


Positive
0,226


Negative
-0,150


Kolmogorov-Smirnov Z
0,552


Asymp. Sig. (2-tailed)
0,920


a. Test distribution is Normal.


b. Calculated from data.




Diperoleh nilai signifikansi 0,920 dimana nilai ini lebih dari 0.05, maka H0 diterima yaitu Tipe Belajar Audiotorial berdistribusi normal







Uji Rata-Rata Populasi




T-Test




H0 : Rata-rata sebenarnya adalah 6


H1 : Rata-rata sebenarnya bukan 6







One-Sample Statistics



N
Mean
Std. Deviation
Std. Error Mean


Tipe Belajar Audiotorial
6
6,33
2,251
0,919




One-Sample Test



Test Value = 6


t
df
Sig. (2-tailed)
Mean Difference
95% Confidence Interval of the Difference


Lower
Upper


Tipe Belajar Audiotorial
0,363
5
0,732
0,333
-2,03
2,70




Diperoleh nilai signifikansi 0,8732 dimana nilai ini lebih besar dari 0.05, maka H0 diterima yaitu rata-rata jumlah siswa dengan tipe belajar audiotorial didalam kelasnya adalah 6 siswa















ANALISIS DATA TIPE BELAJAR KINESTETIK

Uji Normalitas
H0 : Tabel berdistribusi normal
H1 : Tabel tidak berdistribusi normal
NPar Tests
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Tipe Belajar Kinestetik
N
6
Normal Parametersa,b
Mean
0,67
Std. Deviation
0,816
Most Extreme Differences
Absolute
0,293
Positive
0,293
Negative
-0,207
Kolmogorov-Smirnov Z
0,717
Asymp. Sig. (2-tailed)
0,682
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Diperoleh nilai signifikansi 0,682 dimana nilai ini lebih dari 0.05, maka H0 diterima yaitu Tipe Belajar Kinestetik berdistribusi normal




Uji Rata-Rata Populasi
T-Test
H0 : Rata-rata sebenarnya adalah 1
H1 : Rata-rata sebenarnya bukan 1



One-Sample Statistics

N
Mean
Std. Deviation
Std. Error Mean
Tipe Belajar Kinestetik
6
0,67
0,815
0,333
One-Sample Test


Test Value = 1

t
df
Sig. (2-tailed)
Mean Difference
95% Confidence Interval of the Difference

Lower
Upper

Tipe Belajar Kinestetik
1,000
5
0,363
-0,333
-1,19
0,52


Diperoleh nilai signifikansi 0,363 dimana nilai ini lebih besar dari 0.05, maka H0 diterima yaitu rata-rata jumlah siswa dengan tipe belajar kinestetik didalam kelasnya adalah 1 siswa















ANALISIS DATA TIPE BELAJAR AUDIO VISUAL




Uji Normalitas



H0 : Tabel berdistribusi normal


H1 : Tabel tidak berdistribusi normal




NPar Tests




One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test



Tipe Belajar Audio Visual


N
6


Normal Parametersa,b
Mean
5,83


Std. Deviation
3,545


Most Extreme Differences
Absolute
0,260


Positive
0,260


Negative
-0,212


Kolmogorov-Smirnov Z
0,636


Asymp. Sig. (2-tailed)
0,814


a. Test distribution is Normal.


b. Calculated from data.




Diperoleh nilai signifikansi 0,814 dimana nilai ini lebih dari 0.05, maka H0 diterima yaitu Tipe Belajar Audio Visual berdistribusi normal






Uji Rata-Rata Populasi




T-Test




H0 : Rata-rata sebenarnya adalah 6


H1 : Rata-rata sebenarnya bukan 6








One-Sample Statistics



N
Mean
Std. Deviation
Std. Error Mean


Tipe Belajar  Audio Visual
6
5,83
3,545
1,447




One-Sample Test



Test Value = 6


t
df
Sig. (2-tailed)
Mean Difference
95% Confidence Interval of the Difference


Lower
Upper


Tipe Belajar  Audio Visual
-0,115
5
0,913
-0,167
-3,69
3,55




Diperoleh nilai signifikansi 0,913 dimana nilai ini lebih besar dari 0.05, maka H0 diterima yaitu rata-rata jumlah siswa dengan tipe belajar audio visual didalam kelasnya adalah 6 siswa















ANALISIS DATA TIPE BELAJAR VISUAL KINES




Uji Normalitas



H0 : Tabel berdistribusi normal


H1 : Tabel tidak berdistribusi normal




NPar Tests




One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test



Tipe Belajar Visual Kines


N
6


Normal Parametersa,b
Mean
2,50


Std. Deviation
1,378


Most Extreme Differences
Absolute
0,195


Positive
0,195


Negative
-0,195


Kolmogorov-Smirnov Z
0,478


Asymp. Sig. (2-tailed)
0,976


a. Test distribution is Normal.


b. Calculated from data.




Diperoleh nilai signifikansi 0,976 dimana nilai ini lebih dari 0.05, maka H0 diterima yaitu Tipe Belajar Visual Kines berdistribusi normal






Uji Rata-Rata Populasi




T-Test




H0 : Rata-rata sebenarnya adalah 3


H1 : Rata-rata sebenarnya bukan 3







One-Sample Statistics



N
Mean
Std. Deviation
Std. Error Mean


Tipe Belajar  Visual Kines
6
2,50
1,378
0,563




One-Sample Test



Test Value = 3


t
df
Sig. (2-tailed)
Mean Difference
95% Confidence Interval of the Difference


Lower
Upper


Tipe Belajar  Visual Kines
0,889
5
0,415
-0,500
-1,95
0,95




Diperoleh nilai signifikansi 0,415 dimana nilai ini lebih besar dari 0.05, maka H0 diterima yaitu rata-rata jumlah siswa dengan tipe belajar visual kines didalam kelasnya adalah 3 siswa















ANALISIS DATA TIPE BELAJAR AUDIO KINES


Uji Normalitas

H0 : Tabel berdistribusi normal

H1 : Tabel tidak berdistribusi normal


NPar Tests



One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Tipe Belajar Audio Kines

N
6

Normal Parametersa,b
Mean
2,00

Std. Deviation
1,789

Most Extreme Differences
Absolute
0,212

Positive
0,212

Negative
-0,132

Kolmogorov-Smirnov Z
0,519

Asymp. Sig. (2-tailed)
0,950

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.


Diperoleh nilai signifikansi 0,950 dimana nilai ini lebih dari 0.05, maka H0 diterima yaitu Tipe Belajar Audio Kines berdistribusi normal




Uji Rata-Rata Populasi


T-Test


H0 : Rata-rata sebenarnya adalah 2

H1 : Rata-rata sebenarnya bukan 2






One-Sample Statistics


N
Mean
Std. Deviation
Std. Error Mean

Tipe Belajar  Audio Kines
6
2,00
1,789
0,730


One-Sample Test


Test Value = 2

t
df
Sig. (2-tailed)
Mean Difference
95% Confidence Interval of the Difference

Lower
Upper

Tipe Belajar  Audio Kines
0,000
5
1,000
0,000
-1,88
1,88


Diperoleh nilai signifikansi 1,000 dimana nilai ini lebih besar dari 0.05, maka H0 diterima yaitu rata-rata jumlah siswa dengan tipe belajar audio kines didalam kelasnya adalah 2 siswa.















RIWAYAT HIDUP

Dean Refangga Setiadi, lahir di Serang, Banten pada tanggal 29 Agustus 1992 merupakan putra dari pasangan Bapak Sigit Wahyudiyanto dan Ibu Endang Kuncahyowati DyahWardani.
Awal pendidikan dimulai dari TK Al-Khairiyah dan lulus pada tahun 1999, kemudian melanjutkan pendidikannya di SDN Kramatwatu 1 lulus pada tahun 2005, kemudian melanjutkan di SMP YPW Krakatau Steel lulus pada tahun 2008, kemudian melanjutkan pendidikannya di SMAN 2 Krakatau Steel lulus pada tahun 2011.
Putra kedua dari dua bersaudara ini memiliki cita-cita menjadi seorang Guru Besar di bidang Pendidikan Matematika dan membangun sebuah sekolah yang diperuntukkan bagi anak-anak yang kurang mampu. Memiliki hobi menulis puisi, membaca, dan bermain music recorder.
Saat ini, laki-laki yang akrab disapa Dean ini, sedang melanjutkan pendidikannya di Universitas Pendidikan Indonesia, Jurusan Pendidikan Matematika.






RIWAYAT HIDUP

Dina Putri Setyowati lahir pada tanggal 29 September 1993 di Jakarta. Putri satu-satunya ini mempunyai banyak mimpi yang penulis gantung 5cm di hadapan keningnya. Salah satunya yaitu menjadi seorang pendidik.
Riwayat pedidikannya adalah lulusan dari SD Negeri Lagoa 01 Pagi tahun 2005, SMP Negeri 30 Jakarta tahun 2008, dan SMA Negeri 13 Jakarta tahun 2011. Saat ini, penulis menjadi mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia jurusan Pendidikan Matematika Semester 2. Di kampus inilah penulis akan memulai melangkah untuk merealisasikan mimpinya.
Saat ini, penulis sedang aktif di dua organisasi kampus, BEM Himatika ‘Identika’ UPI sebagai salah satu staff Bendahara Umum, serta di kegiatan Bina Kader Tutorial UPI.








RIWAYAT HIDUP

Ikrimah Syahidatunnisa, lahir di Ciamis, Jawa Barat pada 3 Desember 1992 merupakan putri dari pasangan Bapak Makhmud dan Ibu Nurjanah.
Awal pendidikan dimulai dari TK PGRI Dewi Puspa lulus pada tahun 1999, kemudian melanjutkan pendidikannya di SDN 4 Babakan lulus pada tahun 2005, kemudian melanjutkan di SMPN 1 Pangandaran lulus pada tahun 2008, kemudian melanjutkan pendidikannya di SMAN 1 Pangandaran lulus pada tahun 2011.
Putri kedua dari dua bersaudara ini memiliki cita-cita menjadi seorang guru dan dosen yang cerdas, kreatif, inovatif serta memiliki profesionalisme yang tinggi dalam bekerja.
Saat ini, perempuan yang akrab disapa ima ini, sedang melanjutkan pendidikannya di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Matematika. Selain berkuliah, penulis mengisi waktu senggangnya dengan mengikuti UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Thifan Po Tsufuk UPI.







RIWAYAT HIDUP

Muhammad Agung Prayogo lahir di Brebes pada tanggal 11 Maret 1993, merupakan lulusan dari SMA Negeri 1 Kota Tegal pada tahun 2011. Sebelumnya penulis lulus dari RA Al-Khikmah tahun 1999, lalu lulus SD tahun 2005 di SD N 4 Cikakak dan dilanjutkan hingga lulus di SMP N 1 Banjarharjo tahun 2008.
            Saat ini, penulis menjadi mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia jurusan Pendidikan Matematika semester 2. Anak pertama dari dua bersaudara ini sebelumnya mempunyai cita-cita menjadi dokter, hingga akhirnya ia kuliah di UPI bertekad menjadi dosen matematika dan membahagiakan kedua orang tuanya hingga berguna bagi nusa, bangsa dan agamanya serta negara.
            Saat ini, putra yang mempunyai hobi bernyanyi dan bermain futsal ini sedang aktif di organisasi kampus seperti di Himpunan jurusan Himatika Identika dan menjadi anggota Departemen Kerohanian, serta aktif di kegiatan Bina Kader Tutorial UPI.







RIWAYAT HIDUP

            Penulis bernama lengkap Yunita Herdiana. Putri dari pasangan Bapak Hadian  dan Ibu Sofiah . Lahir di Tanjungpinang tanggal 17 Juni 1993, anak pertama dari tiga bersaudara.
Awal pendidikan di SD Negeri 002 Tanjungpinang  tahun 1999 dan lulus pada tahun 2005. Di tahun 2005 melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 4 Tanjungpinang dan lulus tahun 2008. Kemudian di tahun 2008, penulis melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Tanjungpinang dan lulus pada tahun 2011. Dan dari tahun 2011 hingga sekarang, penulis sedang melaksanakan pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia mengambil jurusan Pendidikan Matematika.



DOKUMENTASI






















Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

my life is my advanture

my life is my advanture

" Quote of the Day"

Sembahlah Dia, seolah-olah engkau melihat-Nya.
Meskipun engkau tak melihat-Nya, sungguh Dia melihatmu

Pages - Menu

Blogger templates