karena berbagi tak pernah rugi

Sabtu, 21 Februari 2015

MANAJEMEN WAKTU ISLAMI

MANAJEMEN WAKTU ISLAMI
Deni Sutan Bahtiar
  



1. Membaca waktu
Tentang waktu
                Al-Ashr, satu surat yang tidak asing bagi kita.  Namun kita sering kali melupakan makna yang terkandung di dalamnya.dalam tafsir al-Azhar dijelaskan “demi masa” atau demi waktu ashar.
                Kata ‘Ashr dari kata ‘asara-ya’siru-‘asran yang memiliki makna memerah, memeras, atau menekan.  Hal ini disebabkan pada waktu itu orang-orang sudah memeras tenaganya diharapkan telah mendapatkan hasil dari usahanya tersebut.
               
Syaikh Muhammad Abduh meerangkan dalam tafir juz amma bahwa telah membudaya bagi bangsa arab apabila hari telah sore  maka mereka duduk-duduk bercakap-cakap membicarakan soal kehidupan dan cerita sehari-hari yang kadang tidak bermanfaat bahkan menimbulkan permusuhan. hal inilah mengapa turun peringatan “demi masa”. Bukan waktu asharnya yang salah tetai manusianyalah yang telah menggunakan waktu ashar untuk hal-hal yang salah.
                Allah mengungkapkan bahwa manusia adalah makhluk Allah yang akan merugi bila tidak menggunakan waktu untuk kebaikan. Untuk itulah sudah selayaknya manusia memanfaatkan waktu yang telah diberikan tuhan untuk saling beruat kebaikan, saling menasehati dalam kebenaran dalam dalam kesabaran.

Fungsionalisme waktu dalam al qur’an
                Albert Einstein, pernah mengeluarkan teori bahwa dalam perhitungan ilmiah, manusia tidak hanya berurusan dengaan dimensi ruang semacam tinggi, lebar, dan panjang, tatapi juga berurusan dengan dimensi lain yaitu waktu. Ia juga menyatakan bahwa konsep ruang waktu dan energi bukanlahdua kesatuan yang saling berpisah.
                Harun Yahya dalam bukunya menjelaskan ; sesuatu yang kita serap sebagai waktu adalah suatu metode pembandingan satu momen dengan yang lain. Misalnya sesorang mengetuk sesuatu makaia akan mendengar bunyi,lima menit kemudian ia mngetuk benda lain maka ia akan mendengar bunyi kedua. Orang itu menyerap jarak antara bunyi pertama dan yang kedua sebagai waktu. Saat mendengar bunyi kedua, bunyi pertama hanyalah imajinasi didlam pikirannya, ini hanyalah sepotong informasi dalam pikirannya. Jika pembandingan ini tidak dibuat, tidak mungkin ada konsep waktu.
                Allah berfirman dalam surat ar-Rum ayat 23:” Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tiurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan”


Sudahkah kita memanfaakan waktu dengan baik
            Ibnu Qayyim menjelaskan dalam bukunya “miftah dari sa’adah” bahwa manusia akan mendapatkan kesempurnaan hidup bila telah mencapai empat martabat yaitu ;
1.               Mengetahui kebenaran
2.           Mengamalkan kebenaran itu
3.           Mengajarkan kepada khalayak
4.           Sabar di dalam menyesuaikan diri dengan kebenaran dan mengamalakan dan mengajarkannya.
Susunan empat martabat ini sudah terkandung di dalam surat al-‘Ashr.
Ar-Razi menyebutkan bahwa surat al-‘Ashr mengandung peringatan yang keras. Manusia dianggap rugi keberadaannya, kecuali yang berpegang terhadap empat hal, yaitu; iman, amal sholeh, saling berpesan dalam kebaikan dan saling berpesan dalam kesabaran.

Membaca kembali waktu yang telah lalu
                Intropeksi diri berkaitan dengan waktu yang telah kita lewati menjadi penting dalam rangka memperbarui langkah berikutnya.
                Al-Ghazali berkata bahwa hakikat intropeksi diri (muhasabah), yaitu memikirkan apa yang telah diperbuat di masa lalu dan apa yang akan diperbuat di masa yang akan datang.
                Ibnu Qayyim al-jauzi menjelaskan bahwa musabah dapat dilakukan dengan tiga cara. Pertama, kita membandingkan nikmat yang telah diberikan Allah dengan keburukan yang kita lakukan. Kedua, seseorang harus membedakan hak Allah berupa kewajiban ubudiyah dengan hak dan kewajiban dirinya sendiri. Ketiga, seseorang harus mengetahui bahwa setiap orang yang merasa puas dengan ketaatannya justru itulah yang merugikan dirinya sendiri.

Waktu kemaren tidak akan pernah terulang
                Sayyidina Ali pernah berkata ;”Rezeki yang tidak diperoleh hari ini masih dapat diharapkan perolehannya lebih banyak di hari esok, akan tetapi waktu yang berlalu hari ini tidak mungkin kembali esok”.
                Maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak melaksanakan kebaikan-kebaikan pada saat ini. Sebab waktu dan kesempatan yang kita punya hari ini belum tentu akan kita jumpai di kemudian hari.


Jangan membuat diri menyesal
                Kita tentu tidak asing dengan istilah ,”penyesalan itu selalu berada di belakang”. Kebanyakan penyesalan terjadi karena seseorang melakukan sesuatu tanpa pertimbanganpertimbangan sebelumnya. Oleh sebab itu suah selayaknya kita menggunakan waktu yang telah diberikan Tuhan kepada kita untuk hal-hal yang bermanfaat agar nantinya kita tidak termasuk golongan orang-orang yang menyesal baik di dunia maupan di akherat.

Mengulang dosa yang kemaren
            Pengulangan atas dosa-dosa yang pernah kita perbuat sebelumnya merupakan pertanda bahwa kita termasuk budak-budak setan. Hal ini bisa saja terjadi karena kita jauh dari Tuhan sehingga kita mudah digoda oleh setan.

Berpikirlah tentang hidup setelah ini
            Ada ungkapan imam Syafi’i yang menyatakan,” Hidup di dunia bukanlah untuk kefanaan, namun hidup di dunia untk sebuah kekekalan. Ruh diciptakan tanpa akhir, ia hanya berpindah dari satu tempat ke tmpat yang lain.”
                Dalam hal ini beliau tidak hendak mengatakan dunia tidak ada akhirnya, namun merupakan filosofi bahwa dunia hanyalah batu loncatan menuju alam akherat yang kekal.  Oleh sebab itu janganlah kita terlena dengan dunia dan isinya.
                Ibrahim An-Nakha’i berkata “ada dua hal yang dapat melepaskan seseorang dari kesenangan dunia, yaitu mengingat mati dan mendekatkandiri kepada yang Maha Tinggi”
                Nabi bersabda” perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan dunia (kematian)”

2.           Bergerak maju agar hidup lebih bermakna
Berbuatlah sesuatu
Hidup manusia di dunia adalah umurnya dan umur manusia adalah rahasia Allah. Kualitas umur seseorang sangat menentukan posisinya baik di dunia maupun di akherat. Para salafus shaleh banyak meninggalkan karya karena mereka melakukan suatu kebaikan di masa hidupnya demikian pula banyak orang yang terkenal walaupun sudah lama meninggal karena karya-karya yang telah ditinggalkan.
Melakukan sesuatu yang sekiranya akan membawa kebaikan diri sendiri maupun orang banyak merupakan hal yang baik.  Bergurulah kepada sejarah bahwa tokoh-tokoh yang mashur bukanlah mereka yang menyia-nyiakan waktunya untuk hal-hal yang tidak berguna tapi mereka adalah para pejuang yang selalu menggunakan waktunya ntuk kebaikan baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
Tataplah ke depan
            Dalam menatap ke  masa depan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya sebagai berikut;
1.               Niat yang kuat
2.           Memiliki tujuan yang jelas
3.           Rancana harus realistis, terukur dan adil
4.           Disiplin dalam rencana
5.           Sempurnakan setiap kali beramal

Cerdas memanfaatkan waktu
            Waktu yang diberikan Tuhan kepada setiap orang dalam sehari semalam pastilah sama yaitu 24 jam. Bagi orang-orang kreatif tentu akan digunakan untuk hal-hal yang berguna seperti membaca, menulis, dan lain-lain. Namun banyak orang pula yang terjebak dengan hal-hal yang tidak berguna dan merka mengatakan “tidak punya waktu”.
                Nabi bersabda,” manusia yang paling baik adalah manusia yang berguna atau yang paling bermanfaat bagi sesamanya”.
                Manusia seperti inilah yang cerdas  dalam memanfaatkan waktu yang ada, dia tidak mau kehilangan satu detikpununtuk sesuatu yang sia-sia.

Meraih kesempatan
            Kesehatan, kekuatan dan kemampuan adalah kesempatan yang kita miliki saat ini untuk berbuat kebaikan.
                Rasulullah mengingatkan kita tentang betapa pentingnya memahami persoalan ini,”belum lagi hilang jejak kaki seorang hamba pada hari kiamat, sehingg kepadanya telah diajukan empat pertanyaan, yaitu tentang umurnya kemana dihabiskan,tentang tubuhnya untuk apa dipakainya, tentang ilmunya apa yang sudah dibelanjakannya”

Ingatlah hidup hanya sesaat
            Semua tidak ada yang abadi kecuali dzat Allah semata. Al-Ghazali mengatakan, manusia memiliki empat kriteria;
1.               Bahagia unia akherat
2.           Bahagia dunia celaka akherat
3.           Sengsara dunia bahagia akherat
4.           Celaka dunia celaka akherat

Memanfaatkan waktu sebaik mungkin
            Rasulullah memerintah umatnya agar memnfaatkan waktu dalam lima hal,
Pertama masa muda, merupakan masa keemasan yang merupakan masa dinamis, energik, cekatan, damn kuat karena merupakan “kekuatan” diantara dua kelemahan, yaitu kelemahan anak-anak dan kelemahan masa tua. Kedua masa sehat, ada pepatah arab yang mengatakan “kesehatan adalah mahkota bagi orang yang sehat dan tidak melihatnya kecuali orang yang sakit”. Ketiga masa kaya. Keempat masa luang, nabi    mengingatkan “ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu di dalamnya; kesehatan dan waktu luang ”(HR. Bukhori dari ibnu abbas). Kelima hidup, dalam hadits disebutkan,”sebaik-baik manusia adalah yang panjang usianya dan baik amalya.  Dan sejelek-jelek manusia adalah yang umurnya panjang namun jelek amalnya”.
Bertaubatlah atas kesalahan
           
Lakukan sekarang

1.       Kesuksesan milik orang yang menghargai waktu
Kesuksesan esok hari ditentukan hari ini
Tidak pernah putus asa
Belajarlah dari kesuksesan kupu-kupu
Mereka memiliki visi
Selalu bersikap disiplin
Kreatif dan proaktif
Senantiasa bersabar dan bersyukur
Ikhlas dan tidak pernah mengeluh
Berjiwa besar
Berani mencoba
Memanfaatkan empat potensi dalam diri sebaik mungkin

2.    Mereka yang terus merugi
a. Orang yang terus jauh dari agama (Tuhan)
b. Waktu dihabiskan untuk sesuatu yang sia-sia
c. Mempermainkan diri sendiri
d. Hati yang membatu
e. Hilangnya rasa takut kepada Allah
f. Mencintai dunia lupakan akhirat

g. Beribadah dan mendekatlah pada Allah
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

my life is my advanture

my life is my advanture

" Quote of the Day"

Sembahlah Dia, seolah-olah engkau melihat-Nya.
Meskipun engkau tak melihat-Nya, sungguh Dia melihatmu

Pages - Menu

Blogger templates