Alquran
pertama sekali turun di lingkungan sosial-budaya Arab. Sebuah lingkungan yang
hanya mengenal satu jenis kelamin manusia, yaitu lelaki (Suryadi, 2012: hlm.
202). Saat itu perempuan lebih tepaat disebut sebagai barang yang dapat
diperjual-belikan dan diperlakukan layaknya budak. Bahkan, mereka juga menjadi
barang warisan yang dimiliki oleh anak tirinya yang tertua, apabila suaminya
meninggal (Asqhar Ali Engineer, 2000: hlm. 36)
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 28 Februari 2015
Alquran Bicara Kesetaraan Gender
Wali Ramadhani
Anggota CSS MoRA Sunan Kalijaga 2010
“Islam bukan hanya agama ketuhanan, namun juga agama kemanusiaan dan
kemasyarakatan. Ia dating membawa misi besar, untuk ‘memanusiakan’ manusia
(perempuan) yang dulunya tidak dianggap manusia”.
Alquran
pertama sekali turun di lingkungan sosial-budaya Arab. Sebuah lingkungan yang
hanya mengenal satu jenis kelamin manusia, yaitu lelaki (Suryadi, 2012: hlm.
202). Saat itu perempuan lebih tepaat disebut sebagai barang yang dapat
diperjual-belikan dan diperlakukan layaknya budak. Bahkan, mereka juga menjadi
barang warisan yang dimiliki oleh anak tirinya yang tertua, apabila suaminya
meninggal (Asqhar Ali Engineer, 2000: hlm. 36)Pandangan Kyai dan Santri Terhadap Kitab ‘Uqud Al Lujain
KH. Husain Muhammad
Pendiri fahmina institute
Pandangan-pandangan
dalam kitab ini sangat mempengaruhi pandangan para santri. Mereka bahkan
memahaminya sebagai doktrin agama, sebuah ketetapan Tuhan yang tidak boleh
dilanggar dan ditolak.
Perempuan dalam Kitab Kuning di Pesantren
KH. Husain Muhammad
Pendiri fahmina institute
Secara garis besar dan singkat, hubungan antara suami-istri dalam kitab
kuning yang diajarkan di pesantren menunjukkan superioritas laki-laki atas
perempuan. Berikut poin-poin contoh yang disampaikan oleh Husain Muhammad dalam
tulisannya, yaitu;- a. Istri wajib patuh kepada suami (Nawawi, hlm. 8, Asymuni, hlm. 22)
Perempuan dalam lembaran kitab kuning
Ditulis oleh; Dito Alif Pratama
Menurut
penulis kitab kuning yang dimaksud di sini adalah buku-buku klasik tentang
tafsiran dan penjabaran ajaran islam yang ditulis oleh para salafusholih atau
para ulama terdahulu. Kitab kuning merupakan bagian tak terpisahkan dari
kebudayaan dan kegiatan setiap santri di pesantren, terutama pesantren salaf.
Para
orientalis telah salah penafsiran terhadap konsep perempuan dalam kitab Uqudul Lujain Fi Bayaan Huquqiz-zawjain
karangan Syeikh Muhammad Umar an-Nawawi dari Banten. Kitab tersebut menguraikan
beberapa hak dan kewajiban sumai-istri dalam membangun keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah. Bahasa
dan pengembangan gagasan dalam kitab ini sesuai dengan kultur kehidupan
masyarakat di tanah air.
Apa itu majalah santri ?
Majalah
santri merupakan basis gerakan pemikiran dalam dunia kepesantrenan. Majalah ini
merupakan bentukan dari para mahasantri dari seluruh pelosok negeri yang sedang
menempuh studi di perguruan tinggi ternama di negeri ini. Mereka adalah
penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) yang diseenggarakan oleh
KEMENAG. Lebih lanjut organisasi yang menyatukan para mahasantri di seluruh
perguruan tinggi adalah CSS MoRA (Community of Santri Scholars of Ministry of
Religion Affair).













