Tampilkan postingan dengan label Bimbingan & Konseling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bimbingan & Konseling. Tampilkan semua postingan
Rabu, 29 April 2015
RESUME KELOMPOK 8
KONSEP DASAR
DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR
DAN PENGAJARAN
REMEDIAL
A.
Konsep Dasar Diagnostik Kesulitan Belajar
1.
Definisi Diagnostik Kesulitan Belajar
a) Diagnostik
Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diagnosis /di·ag·no·sis/ adalah penentuan jenis
penyakit dengan cara meneliti (memeriksa) gejala-gejalanya.
Menurut Harriman dalam bukunya Handbook of
Psychological Term, diagnostik adalah suatu analisis terhadap kelainan atau
salah penyesuaian dari pola gejala-gejalanya. Jadi diagnostik merupakan proses
pemeriksaan terhadap hal-hal yang dipandang tidak beres atau bermasalah.
Maka dapat
disimpulkan bahwa diagnosik adalah penentuan jenis masalah atau kelainan dengan
meneliti latar belakang penyebabnya atau dengan cara menganalisis gejala-gejala
yang tampak.
Jumat, 24 April 2015
RESUME KELOMPOK 7
PEMBELAJARAN
BERBASIS BIMBINGAN
A.
Konsep
Dasar Pembelajaran Berbasis Bimbingan
1.
Konsep
Bimbingan
Bimbingan merupakan
terjemahan dari “Guidance”. Guidance berasal dari akar kata “Guide” yang secara luas bermakna
mengarahkan (to direct), memandu (to pilot), mengelola (to manage), menyampaikan (to descript), mendorong (to motivate), membantu mewujudkan (helping to create), memberi (to giving), bersunguh-sungguh (to commit).
Kartadinata (Arif,
2012) mengartikan bimbingan sebagai proses membantu individu untuk mencapai
perkembangan optimal.
Menurut Moegiadi
(Aulia, 2015) Bimbingan adalah proses pemberian bantuan atau pertolongan kepada
individu dalam hal memahami diri sendiri, menghubungkan pemahaman tentang
dirinya sendiri dengan lingkungan, memilih, menentukan dan menyusun rencana
sesuai dengan konsep dirinya sendiri dan tuntutan dari lingkungan.
Senin, 13 April 2015
RESUME KELOMPOK 6
2. 1
Masalah-masalah Siswa di Sekolah
Siswa
di sekolah sebagai manusia (individu) dapat dipastikan memiliki masalah, tetapi
kompleksitas masalah-masalah yang dihadapi oleh individu yang satu dengan yang
lainnya tentulah berbeda-beda. Tohirin (2007: 111) mengungkapkan bahwa siswa di
sekolah akan mengalami masalah-masalah yang berkenaan dengan:
1)
Perkembangan
individu,
2)
Perbedaan
individu dalam hal: kecerdasan, kecakapan, hasil belajar, bakat, sikap,
kebiasaan, pengetahuan, kepribadian, cita-cita, kebutuhan, minat, pola-pola dan
tempo perkembangan, ciri-ciri jasmaniah, dan latar belakang lingkungan,
Rabu, 01 April 2015
RESUME BK KELOMPOK 5
TEKNIK-TEKNIK DASAR PEMAHAMAN INDIVIDU
A. Pengertian
Individu
Individu berasal dari kata in dan devided. Dalam
Bahasa Inggris in salah satunya
mengandung pengertian tidak, sedangkan divided
artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau suatu kesatuan.
Dalam Bahasa Latin individu berasal dari kata individium yang berarti yang tidak
terbagi, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu
kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Individu bukan berarti manusia sebagai
suatu kesatuan yang tidak dapat dibagi-bagi melainkan sebagai kesatuan yang
terbatas, yaitu sebagai manusia perorangan sehingga sering digunakan sebagai
sebutan “orang-seorang” atau manusia “perorangan”. Individu merupakan kesatuan
aspek jasmani dan rohani. Dengan kemampuan rohaninya individu dapat berhubungan
dan berfikir serta dengan fikirannya itu mengendalikan dan dan memimpin
kesanggupan akal dan kesanggupan budi untuk mengatasi segala masalah dan
kenyataan yang dialaminya.
Kamis, 26 Maret 2015
RESUME KELOMPOK IV
A.
Kerangka
Kerja Utuh Bimbingan dan Konseling
Menurut
Dirjen PMPTK DEPDIKNAS (2007) secara utuh keseluruhan proses kerja bimbingan
dan konseling dalam pendidikan formal adalah sebagai berikut:
Rabu, 18 Maret 2015
RESUME BK KELOMPOK 3 (KOMPONEN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING)
Program Bimbingan dan Konseling
mengandung empat komponen pelayanan, yaitu: (1) pelayanan dasar bimbingan; (2)
pelayanan responsif, (3) perencanaan individual, dan (4) dukungan sistem.
1. PELAYANAN DASAR
a. Pengertian
Pelayanan dasar diartikan sebagai
proses pemberian bantuan kepada seluruh siswa melalui kegiatan penyiapan
pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara
sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan
tahap dan tugas-tugas perkembangan yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan
memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya.
Jumat, 06 Maret 2015
RESUME KELOMPOK DUA
Konsep Dasar Bimbingan dan
Konseling
(Definisi, fungsi, prinsip,
azas, dan ruang lingkup bimbingan dan konseling) dalam kaitannya dengan
pelaksanaan kurikulum 2013
Dalam
makalahnya, kelompok dua yang terdiri dari saudari kania, rindi , dan sefi
menjelaskan tentang konsep dasar dari bimbingan dan konseling. Di dalamnya
mereka menjelaskan apa pengertian serta definisi bimbingan dan konseling
menurut para ahli, selanjutnya mereka memaparkan pendapat para ahli mengenai
fungsi, prinsip, azas, dan ruang lingkup dari bimbingan dan konseling. Terakhir
mereka mengaitkan dan menjelaskan bimbingan dan konseling pada kurikulum 2013.
Untuk lebih jelasnya berikut adalah resume tentang konsep dasar bimbingan dan
konseling yang telah disampaikan oleh kelompok dua.
Senin, 23 Februari 2015
Makalah Makna dan Posisi serta Urgensi Bimbingan dan Konseling dalam Praktek Pendidikan
MAKALAH
MAKNA DAN POSISI SERTA URGENSI BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PRAKTEK
PENDIDIKAN
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
dalam Mata Kuliah Bimbingan dan Koseling ( KD302)
Dosen pengampu:
1.
Dr.
Nani M. Sugandhi, M.Pd.
2.
Hendri
Rismayadi, S.Pd.
Disusun oleh:
Dessy Meylinda (1200361)
Jeffa Lianto V. B. (1204833)
Ngadiyono (1204829)
Yuyun Desfrita Azura (1206652)
DEPARTEMEN
PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS
PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2015
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2015













